Kronologi Tragedi Semanggi I dimulai pada 13 November 1998, saat Indonesia sedang dilanda ketegangan pasca-reformasi. Setelah jatuhnya Presiden Soeharto pada Mei 1998, situasi politik dan ekonomi negara masih sangat kacau. Krisis moneter yang melanda Asia memicu inflasi tinggi dan kemiskinan, membuat banyak rakyat Indonesia merasa semakin terjepit.
Pada hari itu, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi mahasiswa di Jakarta melakukan refleksi besar-besaran di kawasan sekitar Semanggi, Jakarta. Mereka menuntut reformasi pemerintahan Presiden BJ Habibie yang baru menjanjikan politik yang lebih nyata. Demonstrasi tersebut juga dipicu oleh kekecewaan terhadap kinerja pemerintah yang belum terlihat cukup nyata, khususnya dalam hal pemberantasan korupsi dan pembenahan ekonomi.
Namun, kegelapan yang awalnya terjadi berubah menjadi damai setelah aparat keamanan, baik polisi maupun tentara, terlibat dalam bentrokan dengan para demonstran. Tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan ramah lingkungan, dengan banyaknya korban yang jatuh di pihak pelajar. Tragedi Semanggi I berakhir pada jatuhnya puluhan korban tewas dan ratusan luka-luka lainnya.
Puncak kekerasan terjadi ketika aparat menggunakan senjata api untuk membubarkan kekerasan. Mahasiswa yang sebelumnya berunjuk rasa di kawasan sekitar Semanggi, terutama di jembatan Semanggi, menjadi sasaran tembakan, yang menyebabkan tragedi tersebut semakin memanas. Beberapa Saksi mata melaporkan bahwa sejumlah pelajar yang hilang begitu saja tanpa bantuan medis.
Tragedi Semanggi I menjadi titik balik dalam sejarah reformasi Indonesia, menciptakan ketegangan antara rakyat, pelajar, dan aparat negara. Meski begitu, kejadian ini juga memperkuat gerakan reformasi yang akhirnya memaksa Presiden Habibie untuk mempercepat proses transisi politik, yang salah satunya menghasilkan pemilihan umum pertama yang bebas dan adil pada tahun 1999.
Kejadian ini tetap menjadi peringatan bagi pentingnya kebebasan berpendapat dan perlunya reformasi dalam pengelolaan kekuasaan di Indonesia.
