Kronologis Peristiwa Tanggal 29–30 Agustus 2025
Pada 29 Agustus 2025, Rafli memulai aktivitas bekerja sebagai pengemudi Shopee pada pukul 08.52 WIB. Sepanjang hari tersebut, Rafli menjalankan pekerjaannya secara normal, mulai pagi hingga malam hari. Pada pukul 21.49 WIB, Rafli diketahui telah tiba di rumah. Setelah membersihkan diri, sekitar pukul 21.51 WIB, Rafli melakukan panggilan video dengan pelapor.
Beberapa menit kemudian, sejumlah rekan Rafli datang ke rumah. Berdasarkan keterangan pelapor, rekan yang dikenali di antaranya berinisial F dan G, serta beberapa teman kampung lain yang tidak diketahui namanya. Dalam percakapan yang terdengar selama panggilan video berlangsung, Fatin disebutkan sedang dalam kondisi aktif (ON) ShopeeFood dan singgah ke rumah Rafli sambil menunggu pesanan masuk. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai hingga menjelang tengah malam.
Panggilan video antara Rafli dan pelapor berakhir sekitar pukul 23.50 WIB, dipicu oleh perbedaan pendapat terkait waktu istirahat Rafli. Setelah panggilan tersebut, Rafli sempat mengirimkan beberapa pesan singkat kepada pelapor, namun tidak mendapat balasan karena pelapor telah beristirahat.
Pada 30 Agustus 2025, Rafli kembali memulai aktivitas bekerja sebagai pengemudi Shopee pada pukul 07.46 WIB, ditandai dengan pengiriman video singkat yang menunjukkan Rafli sedang berada di luar rumah menunggu pesanan. Sepanjang hari tersebut, informasi yang diterima pelapor terbatas pada kabar yang disampaikan langsung oleh Rafli.
Rafli diketahui berada di sebuah stadion bersama sejumlah pengemudi Shopee lainnya. Berdasarkan informasi yang diterima pelapor, di lokasi tersebut berlangsung kegiatan yang dihadiri banyak orang, termasuk aparat kepolisian, TNI, serta pejabat daerah, yang berkaitan dengan acara mengenang meninggalnya seorang pengemudi dalam peristiwa sebelumnya di Jakarta. Pelapor menyatakan tidak menerima dokumentasi langsung dari Rafli selama berada di stadion dan tidak mengetahui adanya konvoi kendaraan hingga mendapatkan informasi tersebut kemudian.
Setelah kegiatan di stadion selesai, Rafli bersama rekan-rekannya melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor ke arah Brimob, dengan tujuan yang tidak diketahui secara pasti oleh pelapor. Selanjutnya, pada pukul 11.42 WIB, Rafli mengirimkan video singkat yang menunjukkan dirinya telah berada di wilayah Mataram bersama beberapa rekannya.
Berdasarkan keterangan salah satu rekan sesama pengemudi Shopee, Rafli sempat bergerak ke arah gerbang gedung DPR di Mataram. Namun dalam kesaksian tersebut disebutkan bahwa Rafli justru mengimbau massa untuk mundur dan tidak melakukan tindakan rusuh. Diduga, pada saat itu Rafli sempat terekam atau terfoto oleh pihak intelijen di lokasi, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah Rafli terlibat dalam kericuhan.
Setelah itu, pelapor tidak menerima kabar dari Rafli selama beberapa jam. Hingga pada pukul 13.18 WIB, Rafli mengirimkan video singkat yang memperlihatkan dirinya sedang makan siang di sebuah warung, yang mengindikasikan bahwa Rafli telah meninggalkan wilayah Mataram. Selanjutnya, pada pukul 14.00 WIB, Rafli kembali mengirimkan video singkat yang menunjukkan dirinya telah melanjutkan aktivitas bekerja sebagai pengemudi Shopee, dengan pengambilan pesanan di area Transmart.
Pada pukul 16.44 WIB, Rafli kembali memberikan kabar bahwa dirinya berada di wilayah Wiradesa setelah mengantarkan pesanan. Informasi ini diperkuat oleh keterangan seorang rekan Rafli yang bertemu langsung dengannya di Wiradesa pada waktu tersebut.
Pelapor menegaskan bahwa dalam surat perkara yang diterima, tidak terdapat keterangan mengenai tindakan anarkis atau keributan yang dilakukan oleh Rafli. Adapun tuduhan yang tercantum dalam surat tersebut berkaitan dengan dugaan pembagian uang serta penghasutan untuk mengajak orang lain mengikuti aksi demonstrasi dengan cara membagikan uang.