• Home
  • About Us
  • Contact Us
Aksi Kamisan Pekalongan Raya
Aksi Kamisan Pekalongan Raya

Aksi Kamisan Pekalongan Raya

  • Home
  • Warta
  • Opini
  • Tentang Aksi Kamisan
Beranda

Mengenang tragedi malari

byAas -Januari 13, 2025
0

 


Tragedi Malari, yang terjadi pada 15 Januari 1974, adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) merujuk pada serangkaian kerusuhan dan demonstrasi yang terjadi di Jakarta, yang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintahan Soeharto pada masa Orde Baru. Peristiwa ini bukan hanya sebuah tragedi sosial, tetapi juga mencerminkan ketegangan yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia pada waktu itu.

Latar Belakang

Pada awal 1970-an, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan, berkat lonjakan harga minyak dan bantuan luar negeri, terutama dari Amerika Serikat. Namun, di balik kemajuan ekonomi tersebut, muncul ketimpangan sosial yang semakin dalam. Banyak kalangan menengah ke bawah merasa terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang cenderung menguntungkan golongan elit dan pengusaha besar. Selain itu, pemerintah Soeharto juga banyak bergantung pada modal asing, yang memicu ketidakpuasan di kalangan kelompok nasionalis dan buruh.

Penyebab Tragedi Malari

Salah satu faktor utama yang menyebabkan Tragedi Malari adalah kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggap terlalu pro-Barat dan kapitalis. Indonesia pada waktu itu semakin membuka diri terhadap investasi asing dan kerjasama dengan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Kebijakan ini dianggap bertentangan dengan semangat nasionalisme ekonomi yang lebih mementingkan kemandirian Indonesia.

Selain itu, adanya pengaruh budaya Barat yang masuk melalui media dan pendidikan juga menjadi faktor pemicu ketegangan. Banyak kalangan mahasiswa, terutama di Jakarta, yang merasa bahwa budaya dan sistem ekonomi Indonesia tengah dikendalikan oleh kepentingan asing, dan mereka menuntut perubahan besar dalam arah kebijakan pemerintah.

Terjadinya Kerusuhan

Pada 15 Januari 1974, serangkaian demonstrasi yang dimulai dari kalangan mahasiswa di Universitas Indonesia dan kampus-kampus lainnya di Jakarta meluas menjadi aksi massa yang melibatkan berbagai kelompok, termasuk buruh dan masyarakat umum. Demonstrasi ini dimulai sebagai bentuk protes terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, yang dianggap merugikan rakyat kecil.

Kerusuhan mulai pecah ketika massa menduduki jalan-jalan utama di Jakarta, dan bentrokan dengan aparat keamanan tidak bisa dihindari. Para demonstran menuntut agar pemerintah menghentikan ketergantungan pada modal asing, dan meminta agar lebih banyak kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Dalam situasi yang semakin memanas, sejumlah kantor pemerintahan dan properti milik asing menjadi sasaran amukan massa.

Dampak dan Konsekuensi

Tragedi Malari berakhir dengan banyaknya korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan properti yang cukup parah. Pemerintah Indonesia kemudian mengeluarkan langkah-langkah represif, termasuk penangkapan terhadap banyak aktivis mahasiswa yang terlibat dalam aksi protes. Pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap gerakan-gerakan oposisi dan menerapkan kebijakan yang lebih ketat terhadap organisasi mahasiswa.

Secara jangka panjang, Tragedi Malari menjadi titik balik dalam hubungan Indonesia dengan dunia internasional. Pemerintah Soeharto semakin memperkuat kebijakan pro-Barat, meskipun dengan lebih berhati-hati. Bagi masyarakat Indonesia, peristiwa ini menunjukkan betapa besar ketegangan sosial dan politik yang dapat terjadi ketika ada ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

Referensi:

  1. Ricklefs, M.C. (2001). A History of Modern Indonesia since c.1300. Stanford University Press.
  2. Haryatmoko, E. (2015). Tragedi Malari dan Penangkapan 1974: Perjuangan Mahasiswa dalam Politik Orde Baru. Penerbit Buku Kompas.
  3. Feith, H. (2007). The Indonesian Revolution and the TNI. Cornell University Press.

Tragedi Malari tetap menjadi salah satu peringatan penting tentang bagaimana ketidakpuasan sosial dapat berujung pada peristiwa besar yang mengguncang stabilitas negara.

  • Facebook
  • Twitter
Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Follow Us

Comments

Main Tags

  • Agama (1)
  • Filsafat (3)
  • Opini (9)
  • Pendidikan (4)
  • Puisi (6)

Tags

Aas Januari 26, 2026

Di sebuah lorong sunyi yang sering kita lewati tanpa banyak bertanya, tiba-tiba tumbu…

Blog Archive

  • Januari 2026 (3)
  • Desember 2025 (1)
  • November 2025 (1)
  • Oktober 2025 (1)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (4)
  • Maret 2025 (11)
  • Februari 2025 (5)
  • Januari 2025 (4)
  • Desember 2024 (2)
  • November 2024 (2)
  • Oktober 2024 (1)
  • September 2024 (3)
  • November 2023 (12)
  • Februari 2022 (2)
Aksi Kamisan Pekalongan Raya

About Us

Aksi Kamisan Pekalongan Raya hadir sebagai wujud kepedulian dan perjuangan untuk menegakkan keadilan bagi seluruh masyarakat. Bergabunglah bersama kami setiap hari Kamis untuk menyuarakan hak asasi manusia, menuntut keadilan bagi para korban pelanggaran, dan mendukung transparansi dalam pemerintahan.

copyright© 2024 - Aksi Kamisan Pekalongan raya

Design by Templateify | Distributed by Gooyaabi
  • Home
  • About Us
  • Contact Us

Popular Items

José Mujica: Potret Pemimpin Sederhana yang Menginspirasi Dunia

byAas-Juni 09, 2025

Tarik Seluruh Militer dari Tanah Papua"

Maret 25, 2025

TOLAK PERLUASAN FUNGSI TNI DALAM RANAH SIPIL

Maret 25, 2025

Tanpa judul

Januari 26, 2026

Contact form