BEBASKAN TAHANAN POLITIK
Di kota pesisir yang lelah menahan luka
Angin membawa kabar tentang jeruji dan sunyi
Pekalongan tak lagi hanya bicara rob dan banjir duka
Tapi tentang suara jujur yang dikunci atas nama “stabilitas negeri”
Di balik tembok dingin, kebenaran diseret paksa
Dicap ancaman hanya karena berani bertanya
Negeri yang katanya merdeka sejak lama
Masih gemetar pada kata, pada kritik, pada suara rakyat biasa
Rafli Maulana, namamu bukan sekadar identitas
Ia adalah gema nurani di lorong kekuasaan
Kau berdiri bukan dengan senjata atau hasrat bengis
Hanya membawa keberanian dan keyakinan akan keadilan
Namun sejarah sering kejam pada yang jujur
Mereka yang lurus justru dipatahkan
Hukum dipelintir, pasal dijahit terburu-buru
Agar suara rakyat tampak sebagai kesalahan
Pekalongan bersaksi, jalanan menyimpan ingatan
Tentang teriak yang tak ingin menjatuhkan, hanya mengingatkan
Bahwa negara bukan milik elite atau kepentingan
Melainkan amanat dari rakyat yang harus didengarkan
Dari Sabang sampai Merauke, cerita itu berulang
Aktivis, mahasiswa, buruh, petani, dan seniman
Mereka ditahan bukan karena melukai orang
Tapi karena berani berkata: “Ada yang salah dengan sistem”
Tahanan politik lahir dari ketakutan penguasa
Bukan dari ancaman nyata pada bangsa
Ketika kritik dianggap makar, dan tanya dianggap dosa
Di situlah demokrasi mulai kehilangan makna
Jeruji besi tak hanya mengurung tubuh manusia
Ia juga mengurung masa depan, harapan, dan logika
Sebab satu suara yang dibungkam hari ini saja
Adalah ancaman bagi kebebasan kita semua
Rafli Maulana bukan sendiri di dalam gelap
Ia ditemani sejarah panjang perlawanan
Dari mereka yang dibungkam, diasingkan, disekap
Namun kelak dikenang sebagai penjaga akal sehat zaman
Wahai negara, dengarlah dengan jujur
Kekuatanmu tak lahir dari sel tahanan
Bangsa besar tak dibangun dari ketakutan yang diukur
Melainkan dari keberanian menerima kritik sebagai pelajaran
Maka hari ini kami bersuara tanpa senjata
Dengan sajak, doa, dan solidaritas manusia
Bebaskan tahanan politik di Pekalongan dan seluruh Indonesia
Karena keadilan tak boleh dikurung, dan nurani tak bisa dipenjara
Bebaskan Rafli Maulana, bebaskan hak berpikir
Bebaskan mimpi tentang negeri yang beradab
Sebab jika kebenaran terus dikunci dan disingkir
Yang tersisa hanyalah negara, tanpa jiwa, tanpa sebab .