• Home
  • About Us
  • Contact Us
Aksi Kamisan Pekalongan Raya
Aksi Kamisan Pekalongan Raya

Aksi Kamisan Pekalongan Raya

  • Home
  • Warta
  • Opini
  • Tentang Aksi Kamisan
Beranda

Penyiraman Air Keras yang Menyisakan Duka dan Ketidakpastian Hukum

byAas -Januari 21, 2025
0

Foto korban penyiraman air keras

Pada malam Sabtu, 20 September 2024, kejadian tragis yang melibatkan kekerasan fisik terjadi di Desa Wonoyoso, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Seorang pelaku bernama Ali Fahmi bin Nurdin, yang merupakan suami dari kakak korban, melakukan aksi penyiraman air keras kepada tiga orang anggota keluarga, yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami cacat fisik permanen.

Peristiwa ini bermula dari permasalahan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang dialami oleh istri pelaku, yang memutuskan untuk mengajukan perceraian. Pelaku, yang diketahui bekerja sebagai buruh batik, merasa tersinggung dengan keputusan tersebut dan menduga bahwa pihak keluarga, khususnya mertua, ikut campur dalam permasalahan rumah tangga mereka. Hal ini yang akhirnya memicu pelaku untuk melakukan kekerasan.

Korban M. Rifki Al Fariz, yang merupakan adik ipar pelaku, menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Saat itu, pelaku datang ke rumah keluarga korban membawa plastik yang awalnya diduga berisi makanan. Namun, ternyata plastik tersebut berisi air keras yang kemudian disiramkan ke tubuh para korban. Insiden ini menyebabkan luka bakar serius di tubuh korban, dengan ayah Rifki, Musadikun, menjadi korban meninggal dunia akibat siraman air keras tersebut.

Upaya untuk mencari keadilan menghadapi tantangan besar. Pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, namun mereka menghadapi hambatan administratif dan finansial. Salah satunya adalah tuntutan biaya untuk mendatangkan saksi ahli, yang seharusnya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Selain itu, masalah keadilan semakin rumit dengan status pelaku yang disebut-sebut mengalami gangguan jiwa akibat penggunaan narkoba, meskipun tidak ada bukti medis yang jelas.

Kondisi ini menambah penderitaan keluarga korban, yang harus berjuang tidak hanya untuk pemulihan fisik dan mental, tetapi juga untuk mendapatkan keadilan yang seharusnya menjadi hak mereka. Di tengah-tengah kesulitan ini, mereka juga menghadapi biaya pengobatan yang tinggi, sementara BPJS tidak dapat digunakan karena terkait dengan penganiayaan.

Kasus ini menggambarkan betapa rentannya sistem hukum kita dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan. Selain dampak fisik dan psikologis yang mendalam, korban juga harus menghadapi sistem yang lamban dan seringkali tidak berpihak. Meskipun demikian, keluarga korban tetap berharap agar pelaku diberikan hukuman yang setimpal, agar peristiwa tragis ini tidak terulang dan memberikan keadilan bagi mereka yang telah menjadi korban.

Semoga dengan dukungan masyarakat dan lembaga bantuan hukum, keadilan dapat segera ditegakkan. Keluarga korban berhak mendapatkan hak mereka, dan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

  • Facebook
  • Twitter
Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Follow Us

Comments

Main Tags

  • Agama (1)
  • Filsafat (3)
  • Opini (9)
  • Pendidikan (4)
  • Puisi (6)

Tags

Aas Januari 26, 2026

Di sebuah lorong sunyi yang sering kita lewati tanpa banyak bertanya, tiba-tiba tumbu…

Blog Archive

  • Januari 2026 (3)
  • Desember 2025 (1)
  • November 2025 (1)
  • Oktober 2025 (1)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (4)
  • Maret 2025 (11)
  • Februari 2025 (5)
  • Januari 2025 (4)
  • Desember 2024 (2)
  • November 2024 (2)
  • Oktober 2024 (1)
  • September 2024 (3)
  • November 2023 (12)
  • Februari 2022 (2)
Aksi Kamisan Pekalongan Raya

About Us

Aksi Kamisan Pekalongan Raya hadir sebagai wujud kepedulian dan perjuangan untuk menegakkan keadilan bagi seluruh masyarakat. Bergabunglah bersama kami setiap hari Kamis untuk menyuarakan hak asasi manusia, menuntut keadilan bagi para korban pelanggaran, dan mendukung transparansi dalam pemerintahan.

copyright© 2024 - Aksi Kamisan Pekalongan raya

Design by Templateify | Distributed by Gooyaabi
  • Home
  • About Us
  • Contact Us

Popular Items

José Mujica: Potret Pemimpin Sederhana yang Menginspirasi Dunia

byAas-Juni 09, 2025

Tarik Seluruh Militer dari Tanah Papua"

Maret 25, 2025

TOLAK PERLUASAN FUNGSI TNI DALAM RANAH SIPIL

Maret 25, 2025

Tanpa judul

Januari 26, 2026

Contact form