Dalam laku pekerjaan yang bersifat pemaksaan,
Kami merasakan kebebasan terjepit dalam penjara hampa.
Sabda pembangkangan bergema di tengah gelombang tindasan,
Menjadi pemantik semangat yang membara dalam ruang temaram.
Kami tak ingin terpuruk dalam keluh kesah yang terdiam,
Menggerutu dalam kesendirian tanpa suara yang terdengar.
Kami ingin mengangkat jeritan dan bisikan hati yang terpenjara,
Merobek tirani dan berani dengan sabda pembangkangan yang menggelegar.
Sabda pembangkangan adalah api yang tak terpadamkan,
Berlalu dari mulut ke mulut, menyala menjadi semangat perlawanan.
Kami kaum proletar, menolak ditekan oleh kuasa yang terhimpit,
Menggugat ketidakadilan dengan sabda pembangkangan yang tak berakhir.
Tentu tidak mudah menghadapi deru angin yang mengamuk,
Tapi kami percaya, satu suara bisa mengubah dunia dengan waktu.
Kami berdiri bersama, dengan sabda pembangkangan dalam hati,
Menjaga api semangat agar tetap menyala dalam setiap kekecewaan.
Kami bukan hanya sekedar orang-orang yang tak terlihat,
Kami adalah kekuatan yang tak dapat dihentikan oleh batas-batas tirani.
Kami adalah pahlawan-pahlawan dalam peperangan melawan penindasan,
Mengubah dunia dengan sabda pembangkangan yang menjadi senjata tangan.
Bunyikanlah sabda pembangkangan, biarkan dunia bergemuruh,
Di tengah keheningan malam yang kelam, cahaya akan terpancar terang.
Kami kaum proletar, takkan mundur dalam perjuangan yang suci,
Mengukir sejarah dengan sabda pembangkangan yang abadi dan terus terdengar.
#Kang_iman
