PERNYATAAN SIKAP
AKSI KAMISAN PEKALONGAN RAYA
Kami yang tergabung dalam Aksi Kamisan Pekalongan Raya menyatakan bahwa perdamaian tidak boleh dijadikan alat legitimasi kekuasaan. Perdamaian yang lahir dari tangan negara-negara dominan tetapi tetap membiarkan agresi, pendudukan, sanksi sepihak, dan pembunuhan warga sipil berlangsung, bukanlah perdamaian sejati melainkan perdamaian palsu.
Kami menyoroti kemunculan Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai forum yang mengklaim membawa stabilitas global. Namun kami memandang, setiap forum perdamaian akan kehilangan legitimasi moral apabila negara-negara yang terlibat di dalamnya tetap menjalankan praktik intervensi militer, standar ganda hukum internasional, dan pembiaran kekerasan terhadap rakyat tertindas.
Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina telah menunjukkan bagaimana dunia sering kali gagal menghadirkan keadilan substantif. Rakyat Palestina terus menghadapi pendudukan, pembatasan ruang hidup, dan kekerasan sistematis, sementara diplomasi internasional berjalan tanpa menyentuh akar penindasan.
Di sisi lain, tekanan dan ancaman terhadap Iran memperlihatkan bagaimana narasi stabilitas global sering kali dibangun di atas logika dominasi geopolitik. Perdamaian tidak boleh dijadikan dalih untuk membenarkan sanksi sepihak, intimidasi militer, ataupun pembungkaman kedaulatan negara lain.
Kami menegaskan bahwa perdamaian sejati hanya dapat berdiri di atas keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pengakuan penuh atas hak penentuan nasib sendiri setiap bangsa.
📢 TUNTUTAN AKSI KAMISAN PEKALONGAN RAYA
1.Hentikan segala bentuk agresi, pendudukan, dan kekerasan terhadap rakyat Palestina.
2.Hentikan praktik intervensi militer dan tekanan sepihak terhadap Iran dan negara-negara yang berdaulat.
3.Tolak segala bentuk perdamaian semu yang tidak berlandaskan keadilan dan kesetaraan politik.
4.Mengutuk keras Rezim Zionis dan mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera bertindak konkret dengan memberikan sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, dan intervensi kemanusiaan yang efektif untuk menghentikan pertumpahan darah dan memulihkan kedaulatan
5. Mendesak pemerintah Indonesia untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP) karena bertentangan dengan asas politik luar negeri bebas aktif serta memperlemah komitmen terhadap perjuangan rakyat untuk kemerdekaan Palestina
✊ SERUAN MORAL
Kami percaya bahwa diam terhadap ketidakadilan adalah bentuk keberpihakan terhadap penindasan.
Kami percaya bahwa suara rakyat, sekecil apa pun, adalah bagian dari sejarah perlawanan.
Kami percaya bahwa perdamaian tanpa keadilan hanyalah jeda sebelum kekerasan berikutnya.
Dari Pekalongan Raya, kami menyatakan solidaritas untuk rakyat Palestina, untuk rakyat Iran, dan untuk seluruh bangsa yang terdzolimi di bawah bayang-bayang dominasi global.
Karena keadilan tidak lahir dari meja-meja kekuasaan,
tetapi dari keberanian untuk berdiri dan bersuara.
.jpg)